• Bangsat Bro mengirim sebuah pembaruan 1 bulan, 1 minggu lalu

    Seolah menjadi oase dalam franchise Spider-Man, Spider-Man: Into the Spider-Verse dinyatakan sebagai film Spidey yang tampil beda, dan menyerahkan sensasi yang tak pernah anda rasakan sebelumnya dalam menyaksikan aksi sang insan laba-laba. Kualitas jempolan Into the Spider-Verse pastinya tak lepas dari gagasan kreatif Phil Lord dan Chris Miller yang dengan lihai menggabungkan visual menarik dan kisah berkesan. Di tengah perilisan Into the Spider-Verse yang sampai kini masih tayang di bioskop, Lord pun menciptakan pernyataan yang unik perhatian fans tokusatsu.

    Saat menanggapi permintaan netizen di Twitter, Lord memberi sinyal powerful bahwa ia bakal menghadirkan Spider-Man versi Jepang di sekuel Into the Spider-Verse. Namun kemunculan “Supaidaman” dinyatakan Miller punya satu kriteria, yaitu pendapatan dalam negeri Into the Spider-Verse mesti menjebol $200 juta. Sedangkan menurut keterangan dari update terakhir, di minggu dua-duanya Into the Spider-Verse sudah mendulang $104 juta di Amerika. Melihat banyaknya reaksi bernada positif di media sosial, jumlah pemirsa Into the Spider-Verse diprediksi dapat terus bertambah, sehingga kesempatan filmnya untuk mengisi target Miller masih tersingkap lebar. Di luar itu, penghasilan global Into the Spider-Verse sudah menjangkau $213.7 juta. Jika Anda ingin melihat jadwal film terbaru bioskop Indonesia maka Anda mengunjungi situs jadwalfilmterbaru.com

    Bicara soal Spider-Man Jepang, ia dketahui punya identitas dan asal-usul yang bertolak belakang dari versi Marvel. Bernama pribumi Takuya Yamashiro yang seorang pembalap motor, kekuatan super Spider-Man ini berasal dari ksatria terakhir Planet Spider, Garia, yang menyuntikkan beberapa darahnya ke tubuh Takuya. Uniknya, Spider-Man yang satu ini pun punya robot raksasa mempunyai nama Leopardon yang ia pakai untuk melawan monster. Kisah Spider-Man Jepang dalam membasmi durjana ini muncul dalam format serial buatan Toei Company, yang terdiri dari 41 episode dan tayang mulai Mei 1978 sampai Maret 1979.

    Sementara itu, Into the Spider-Verse menyoroti aksi campuran para Spider-Man dari pelbagai iterasi, mulai dari Spider-Man Peter Parker, Spider-Man Miles Morales, Spider-Gwen, Spider-Noir, Spider-Ham sampai SP//dr. Mendekati perilisan filmnya, Sony diberitakan mulai mengembangkan sekuelnya, dimana Morales diplot sebagai karakter sentral. Tak melulu sekuel, studio pun menggodok spin-off yang akan memperlihatkan para heroine dari semesta Spider-Man, dan dipercayai akan mengangkat Spider-Gwen sebagai karakter utama. Beberapa heroine yang berkesempatan mendampingi Spider-Gwen antara beda Spider-Woman, Madame Web, Spider-Girl dan Silk. Belum terdapat kabar lebih lanjut soal kapan sekuel dan spin-off Into the Spider-Verse bakal diproduksi.